[Review Buku] Mr. Fox yang Fantastis | Kliping Sastra Indonesia | Ulasan Karya Sastra
[Review Buku] Mr. Fox yang Fantastis Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 13:36 Rating: 4,5

[Review Buku] Mr. Fox yang Fantastis

Mr. Fox adalah seekor rubah yang tinggal di sebuah lubang di bawah pohon. Ia memberi makan untuk keluarganya dengan mencuri angsa, ayam, dan sari apel dari tiga pemilik peternakan; Boggis, Bunce, dan Bean. Karena merasa kesal, tiga pemilik peternakan tersebut berniat menangkap dan akan membunuh Mr. Fox. Mereka melakukan penggalian lubang, dan karena tidak berhasil menangkap pak Rubah, hanya berhasil menembak ekornya hingga putus dan berdarah, mereka menunggu di pintu keluar tempat persembunyian keluarga rubah dengan bersenjatakan laras panjang. Mr. Fox jadi kesulitan keluar untuk mencari bahan makanan. Bisa ditebak, ia dan keluarganya dan juga hewan tanah lain; keluarga luak, tikus mondok, kelinci, dan musang kelaparan. 

Mr. Fox harus mencari akal demi menyelematkan keluarganya. Ia bersama tiga anak-anaknya, para Fox kecil, menggali terowongan hingga sampai ke kandang ayam dan angsa, dan gudang penyimpanan sari apel. Mereka selamat dari bencana kelaparan. Atas usaha Mr. Fox yang luar biasa, Mrs. Fox memanggil suaminya Mr. Fox yang Fantastis.

Road Dahl terkenal sebagai penulis cerita anak. Salah satu tulisannya yang terkenal dan telah dipilimkan adalah Charlie And The Chocolate Factory. Dan Mr. Fox yang fantastis menurut beberapa review di internet disebutkan sebagai salah satu film romantis, aku pernah menonton dengan tidak begitu bersungguh-sungguh di Fox Channel, bagaimana usaha Mr. Fox menyelematkan keluarga dan kecintaannya pada Mrs. Fox (George Clooney sebagai pengisi suara Mr. Fox dan Meryl Streep sebagai pengisi suara Mrs. Fox). Tapi menurutku, buku ini bukan untu konsumsi anak-anak. Terlalu keji dan licik. 

Mr. Fox adalah seekor rubah yang mencuri bahan makanan. Ia memiliki sifat licik. Belum lagi sikap Boggis, Bunce, dan Bean. Usaha mereka menangkap Mr. Fox dan adegan ekor putus dan berdarah-darah sepertinya terlalu ‘rude’ untuk anak-anak. Belum lagi kebiasaan tiga pemilik peternakan tersebut. Boggis menghabiskan beberapa ekor ayam rebus dalam sekali makan. Bunce sarapan dengan jumlah banyak hati angsa yang telah diblender halus—yang membikin bau badannya tidak sedap. Dan Bean yang hanya minum sari apel sepanjang hidupnya. Belum lagi jenis-jenis kotoran di telinga yang berhasil dikorek keluar. Buatku (versi) buku ini benar-benar menjijikkan. 

Tapi ketika direntang lebih jauh, buku ini sebenarnya lebih cocok untuk dewasa. Karena penjabaran sifat dan sikap tokoh-tokoh di dalamnya yang tidak melulu abu-abu memaksa manusia dewasa untuk berpikir lebih dalam. 

Catatan:
[1] Artikel di atas adalah ulasan yang disusun --secara subyektif-- oleh admin klipingsastra. Karenanya, para pembaca tetap dimerdekakan untuk mengeluarkan argumentasi --termasuk berbeda pendapat, memberikan saran, menuliskan sanggahan, dan juga memberikan kritik, demi kemajuan dan pembelajaran bersama.
[2] Sehubungan pada catatan nomor [1], sebelum membaca ulasan ini kami sarankan untuk membaca dan menuntaskan terlebih dahulu "Mr. Fox yang Fantastis" karya Roald Dahl